Urgensi Evaluasi Iuran Jaminan Pensiun dalam Menghadapi Dinamika Demografi di Indonesia

Program Jaminan Pensiun (JP) merupakan pilar penting dalam perlindungan hari tua bagi pekerja di Indonesia. Saat ini, iuran JP masih berada pada level 3%, meskipun sejak awal program dirancang untuk meningkat secara bertahap hingga 8% sesuai Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2015. Kajian aktuaria terbaru menunjukkan bahwa dengan mempertahankan iuran 3%, keberlanjutan pendanaan JP akan mulai terancam pada tahun 2062. Kondisi ‘degradasi’ ini akan terus berlanjut hingga tahun 2074, dimana JP diproyeksikan tidak lagi mampu mempertahankan eksistensinya untuk membayarkan manfaat. Masalah ini juga diperparah dengan adanya perubahan demografi Indonesia yang diproyeksikan akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Generasi Z menjadi kelompok yang paling terdampak oleh dinamika ini. Dalam satu dekade ke depan, Gen Z akan menjadi penyumbang iuran terbesar. Namun, perlindungan kepada mereka di hari tua melalui program JP itu sendiri justru berada di ambang ketidakpastian. Dengan demikian, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, pemangku kepentingan terkait, dan masyarakat untuk mendukung dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur iuran JP, dengan mempertimbangkan dinamika demografi, proyeksi kewajiban aktuaria, serta perlindungan jangka panjang bagi peserta, terutama generasi muda.

Similar Posts

  • ADK #3-Ekonomi Syariah

    Di ADK ketiga ini, kita akan belajar sekaligus membahas salah satu cabang daripada Ekonomi, yaitu Ekonomi Syariah. Perkembangan ekonomi saat ini tidak hanya memunculkan konsep ekonomi kapitalis dan sosialis. Dibalik semuanya, terdapat salah satu konsep perekonomian yang ikut berkembang dan memiliki dampak bagi perekonomian dan aspek kehidupan lain, yaitu ekonomi syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *